Masa Kopi

Masa Kopi

Sejak aku mulai berpenghasilan lebih, aku mulai berusaha untuk berkontribusi lebih banyak pada sebuah kafe kecil yang dulu menjadi saksi bisu perjuanganku sebagai pekerja lepas.

Masa Kopi hanya berjarak lima menit naik motor dari tempatku tinggal. Semua pekerja remote yang tinggal dirumah bersama keluarga atau sodaranya, pasti mengerti betapa sulitnya kerja dengan distraksi dirumah. Satu-satunya solusi agar bisa tetap fokus adalah dengan bekerja dari kafe (Work From Cafe, WFC).

Waktu itu aku masih itung-itungan soal harga, maklum saat itu masih merintis dan baru memulai. Aku selalu berpikir bagaimana caranya supaya bisa hemat kerja dari kafe. Sebagai siasat, aku selalu memesan kopi hitam panas (Americano) hampir setiap saat, karena itu satu-satunya menu yang harganya masih Rp14,000 per gelas disaat kopisop lain, mungkin sudah menjualnya diharga Rp25,000 keatas per gelas.

Padahal dalam sekali berkunjung aku bisa menghabiskan waktu tiga sampai lima jam setiap hari.

Sebagai seorang pekerja lepas dan programmer tanpa latar belakang IT yang bersaing dipasar global. Tidak ada hari tanpa kekhawatiran digantikan oleh tenaga ahli dari negara lain yang mungkin lebih pintar, lebih cepat, bahkan lebih murah. Pokoknya tidak ada alasan untuk menyerah.

Disisi lain aku tidak mungkin bergantung pada perusahaan atau klien lokal. Sebagai perbandingan, upah programmer lokal biasanya berkisar antara Rp4jt-Rp8jt perbulan tergantung industrinya. Sedangkan biaya hidup seperti sewa kontrakan, uang makan, uang jajan, bbm, dan fasilitas sehari-hari selama sebulan kurang lebih bisa sampai Rp6jt-Rp7jt. Realitanya harga barang naik terus tiap tahunnya, sedangkan gajih stagnan, disaat yang bersamaan kita juga perlu uang untuk ditabung.

Itu lah sebabnya kerja remote luar negeri patut diperjuangkan dan ketika sudah punya penghasilan lebih menurutku saat itu pulalah harus bijak menggunakan uang dengan cara memanfaatkanya pada sesuatu yang memberi kita nilai.

Kembali berkontribusi dengan belanja lebih dan sering, setidaknya dengan berkontribusi kita jadi membantu bisnis mereka yang mungkin secara tidak langsung juga membantu keluarga orang-orang yang bekerja didalamnya atau bahkan orang lain yang sedang berjuang dari nol ditempat yang sama. Kita tidak pernah tahu.

Aku berkontribusi melalui cara, setiap kali berkunjung bersama teman, aku akan memesan snack tambahan. Atau memesan makanan berat jika bekerja sampai malam. Dan terkadang aku memesan minuman tambahan untuk istriku dirumah.


© 2026 ekky.dev