Di PHK
/ 2 min / oleh
Sejak kerja 9 to 5 aku jadi jarang membuka Slack di weekend dan hari libur. Terkadang notifikasi tetap masuk karena aku lupa mengaktifkan mode do not disturb.
Entah kenapa Minggu malam tepat sebelum tidur aku malah memeriksa Slack. Aku duduk ditepi kasur di dalam kamar yang lampunya padam dan diterangi lampu yang agak sedikit remang. aku melihat nama ku dimention dalam baris pemberitahuan digawaiku. Singatknya ada direct message yang berisi:
“Setelah mendengar dari HR, kami memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Anda.”
Tidak dilanjut? pikirku.
Itu adalah satu-satunya kemungkinan yang tidak ku bayangkan. Padahal rencananya aku masih ingin bertahan 1-2 bulan lagi sebelum benar-benar mengundurkan diri dari perusahaan. Namun sepertinya hal ini terjadi lebih awal dan aku tidak punya persiapan.
Aku ingin membalas pesan tersebut tapi ku tunda sampai besok. Terlihat pesan dikirim pada jam 11:50 siang di hari Minggu.
Badanku berbaring dikasur tapi pikiranku mulai berjalan kemana-mana sembari memproses pesan yang baru saja ku baca. Ada banyak hal yang tiba-tiba bermunculan dikepalaku yang membuatku gelisah.
Setelah satu jam rebahan namun tak juga terlelap. Aku beranjak dari kasur dan mulai mengutak-atik komputerku. Aku membuka aplikasi Figma dan melanjutkan mendesign aplikasi sampai pagi hari.
Kronologi
Pesan yang berisi pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut datang bukan tanpa sebab. Tapi karena aku menolak PKWT dan menawarkan opsi kontrak yang bisa jadi win-win solution.
Pihak management berhak berpendapat dan menolak permintaanku, tapi kan setidaknya mereka masih bisa berkomunikasi dan berdiskusi tentang tawaran terkahir, namun itu tidak terjadi. Sepertinya apa yang ku sampaikan melalui HR tidak diterima dengan baik oleh pihak management, karena memang sejak awal juga tidak cocok.
Si client yang juga si CTO yang juga orang yang ku kenal meng-interpretasi pesanku dengan cara yang berbeda setelah HR dan top-level management. Dan berakhirlah menjadi pesan pemutusan hubungan kerja tersebut.
Namun setelah dipikir-pikir. Masalah miskomunikasi ini sudah sering terjadi dan tidak ada baiknya jika diteruskan. Mungkin memang sudah waktunya untuk mengakhiri ini. Lagi pula apa enaknya menjadi karyawan.
Apa yang akan ku lakukan selanjutnya?
Mungkin aku akan kembali hunting job di Upwork dan juga LinkedIn. Atau segera menyelesaikan aplikasiku biar secepatnya bisa dipasarkan.
Mungkin mulai belajar menjadi Design Engineer.
Whis me luck! ☘️