Salah memilih jurusan pendidikan bukan lah masalah besar. Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita didunia ini. Kita punya rencana tapi semesta yang menentukan. Salah jurusan hanyalah satu dari sekian kesalahan yang mungkin terjadi setelah kita membuat keputusan. Kita bisa saja salah memilih pasangan. Salah memilih pekerjaan. Salah memilih teman, dan lain sebagainya. Cara terbaik menjernihkan pikiran rasa bersalah adalah dengan cara mengingat perjalanan hidup masih panjang dan mengingat kita bisa mati kapan saja. Dengan mengingat usia kita masih panjang, besok masih ada harapan bahwa kita akan membuat keputusan lebih baik. Bagaimana caranya? Introspeksi diri pahami dirimu sendiri. Tapi mengingat kematian, juga memberi kesan bahwa toh hidup hanya sementara, salah jurusan juga tidak akan dibawa mati. Emang apa gunanya jurusan di alam barzah? Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa manusia itu naif, manusia itu bodoh. Kita itu naif, kita itu bodoh. Setidaknya saya menganggap diri saya demikian.
Salah memilih jurusan pendidikan bukan lah masalah besar. Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita didunia ini. Kita punya rencana tapi semesta yang menentukan. Salah jurusan hanyalah satu dari sekian kesalahan yang mungkin terjadi setelah kita membuat keputusan. Kita bisa saja salah memilih pasangan. Salah memilih pekerjaan. Salah memilih teman, dan lain sebagainya. Cara terbaik menjernihkan pikiran rasa bersalah adalah dengan cara mengingat perjalanan hidup masih panjang dan mengingat kita bisa mati kapan saja. Dengan mengingat usia kita masih panjang, besok masih ada harapan bahwa kita akan membuat keputusan lebih baik. Bagaimana caranya? Introspeksi diri pahami dirimu sendiri. Tapi mengingat kematian, juga memberi kesan bahwa toh hidup hanya sementara, salah jurusan juga tidak akan dibawa mati. Emang apa gunanya jurusan di alam barzah? Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa manusia itu naif, manusia itu bodoh. Kita itu naif, kita itu bodoh. Setidaknya saya menganggap diri saya demikian.
·2 min
Hidup seperti apa yang ku dambakan?
"Hidup seperti apa yang ku dambakan?" Tanyaku ditengah perjalanan pulang kerumah sambil mengendarai sepeda motorku. Pertanyaan itu membuatku mengingat kembali semua hal yang telah berlalu beberapa tahun kebelakang. Aku bahagia dengan hidup yang ku jalani sekarang. Aku bangga dengan diriku sendiri, aku bangga dengan apa yang sudah ku capai. Aku sudah berdamai dengan banyak hal. Meskipun terkadang hidup berjalan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. "Apa lagi yang ku inginkan?" Tanya ku lagi. Jika dipikir-pikir lagi, sepertinya tidak banyak hal yang ku inginkan. Lagi pula aku sudah berkeluarga. Aku hanya akan merawat keluargaku dengan baik. Aku akan bekerja lebih keras. Aku akan menikmati pekerjaanku dan melakukan yang terbaik. Aku akan terus belajar. Itu saja. Tidak ada hal lain yang bisa ku lakukan selain melakukan yang terbaik. Membandingkan pencapaian diri sendiri dengan apa yang dicapai oleh orang lain hanya akan menghapus kebahagiaan yang sudah kucapai. Ternyata dunia yang kulihat sebelum berusia 30 tahun sama sekali tidak sama dengan dunia yang kulihat setelah menginjak 30 tahun. Banyak perdebatan yang tidak penting untuk dicampuri didunia ini.
"Hidup seperti apa yang ku dambakan?" Tanyaku ditengah perjalanan pulang kerumah sambil mengendarai sepeda motorku. Pertanyaan itu membuatku mengingat kembali semua hal yang telah berlalu beberapa tahun kebelakang. Aku bahagia dengan hidup yang ku jalani sekarang. Aku bangga dengan diriku sendiri, aku bangga dengan apa yang sudah ku capai. Aku sudah berdamai dengan banyak hal. Meskipun terkadang hidup berjalan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. "Apa lagi yang ku inginkan?" Tanya ku lagi. Jika dipikir-pikir lagi, sepertinya tidak banyak hal yang ku inginkan. Lagi pula aku sudah berkeluarga. Aku hanya akan merawat keluargaku dengan baik. Aku akan bekerja lebih keras. Aku akan menikmati pekerjaanku dan melakukan yang terbaik. Aku akan terus belajar. Itu saja. Tidak ada hal lain yang bisa ku lakukan selain melakukan yang terbaik. Membandingkan pencapaian diri sendiri dengan apa yang dicapai oleh orang lain hanya akan menghapus kebahagiaan yang sudah kucapai. Ternyata dunia yang kulihat sebelum berusia 30 tahun sama sekali tidak sama dengan dunia yang kulihat setelah menginjak 30 tahun. Banyak perdebatan yang tidak penting untuk dicampuri didunia ini.